Dewan Tolak Mega Proyek Rp 83,9 M PDF Cetak Surel
Rencana empat mega proyek yang memakan dana Rp 83,9 miliar ditolak dewan. Pasalnya, besaran nilainya di luar kemampuan Pemkab Trenggalek tahun ini.
Rinciannya pembangunan komplek stadion berikut GOR Rp 15 miliar, pembuatan Jalan Brigjen Soetran Rp 43 miliar, penyelesaian Masjid Agung Baiturrahman Rp 14 miliar dan terakhir proyek jalan tembu Gemoharjo-Prigi yang menghabiskan dana Rp 11,9 miliar.

Pernyataan penolakan tersebut disampaikan Ketua Komisi C DPRD Trenggalek S Akbar Abbas kemarin. Menurut Abbas, alasan penolakan tersebut disebabkan jumlah sisa aktiva yang dimiliki Pemkab Trenggalek saat ini hanya Rp 47 miliar. Sehingga tidak mungkin untuk melaksanakan seluruh mega proyek multi pada tahun ini. "Kalau semuanya jelas tidak mungkin. Dana kita tidak cukup," kata pria yang juga ketua DPC PDIP Trenggalek itu.

Dengan kondisi tersebut, dijelasan Akbar Abbas, dewan akan memberlakukan skala prioritas atas empat mega proyek yang diajukan Bupati Soeharto. Artinya, beberapa proyek yang sekiranya sangat penting dan berhubungan langsung dengan masyarakat akan menjadi pertimbangan tersendiri dalam rapat Pansus. Sementara yang sekiranya kurang signifikan, akan dianggarkan pada tahun berikutnya. "Saya kira itu solusi terbaik," ujar Akbar ketika ditemui kantor DPC PDIP Trenggalek.

Namun, masih menurut Akbar, skala prioritas itupun nantinya bukanlah menjadi harga mati. Jika pada saat tertentu muncul sesuatu hal yang dinilai sangat butuh dana, pihaknya akan menunda seluruh pengajuan proyek multi years. "Itu bisa saja terjadi. Multi years sifatnya kan tidak urgen. Bisa ditunda tahun depan atau tahun depannya lagi. Yang pasti, kita dahulukan yang pokok," tegas Akbar, yang berdomisili di Desa Sukorame, Kecamatan Gandusari.

Seperti diketahui, Bupati Soeharto bersikeras mengajukan kepada dewan agar empat mega proyek direalisasikan tahun anggaran 2008 ini. Pertimbangannya, proyek tersebut sudah lama menjadi direncanakan.

Tidak hanya itu, berdasar kajian, keempat mega proyek tersebut dinilai perlu segera dibangun karena beberapa diantaranya menjadi simbol kota kripik tempenya itu. Sesuai pengajuan bupati, total empat mega proyek tersebut adalah 83,9 miliar. (Sumber: JP)
Comments (7)
  • sumitro hadi
    ;) jo kibul bas abbas duwit sak mono kuwi akeh,lek pancen jujur kabeh wis cukup
    gawe bangun,makane dalan neng galex akeh sing amoh.wis ngono ae
    yo................................................ .....
  • cilak
    sing vital didisikne yo bas
  • cilak
    bas dirembuk maneh karo mbah harto sing pekerjaan pokok didisekne
  • LSM FORMASI
    waduh nek pendapate kang abas ngono kok ndang ngundang aku to co,ayo merguru
    maneh, mbuk dilaksanake program kuwi,dalanne wis amoh kabeh
  • cah galek asli  - galek kurang pinter golek investor
    aku mulih nang kota galek ngak pede,hampir puluhan thn merantau pulang ke
    kampung tdk berubah,dalam benak sy siapa yg hrs bertanggung jawab bupati atau
    dewan...spt usulan bupati knp terjd perbedaan yg mencolok soal dana berarti
    adanya dana2 yg tdk valid...atau semua hanya permainan...dgn begini siapa yg
    benar.....hati nurani masing2.siapkah kita majukan t.galek...
  • Jalodin  - Ojo Muluk-muluk to Pak.....!!!
    Wah.... lha lek proyek sak mono gedhene digarap bareng yo..... thele-thele...
    Lha rakyat daerah liyane mbangun nggawe dhuwit opo terusan.....
    Mbok yo sing bijaksana...... Gusti Allah tansah mresani kito kabeh.... sing
    jujur lan adil..... kabeh rakyat perlu perhatiane pemerintah. Nuwuuun....
  • Isbani  - Project yg terkait kesejahteraan warga.
    Project yang perlu dilaksanakan adalah yang ada kaitannya dengan penyejahteraan
    warga Nggalek, misalnya antara lain adalah jalan2 di pedesaan, agar transportasi
    mudah & lancar. Kemudahan alat transportasi sangat terkait pengembangan usaha di
    pedesaan yang masih luas tanah / ladangnya,diperbukitan misalnya, yg bisa
    menjadi perkebunan dll.

    Saat ini Dirjen PU ada mas Hermanto Darda, wong Nggalek yg sering mengulas
    pembangunan jalan. (Wawancara di TV).

    Mudah2an bisa membantu warga Nggalek.
Only registered users can write comments!